DEMAM BERDARAH DENGUE : SANG WABAH PEMBAWA MAUT
Demam Berdarah Dengue (DBD) sering diidentikkan dengan penyakit musim hujan. Sebelum tahun 2000-an, musim hujan masih bisa dipastikan terjadi antara bulan Oktober hingga Pebruari. Namun sekarang, musim hujan seperti tak mau ditebak, dia bisa datang kapan saja. DBD pun akhirnya menjadi penyakit yang menjangkit hampir di sepanjang tahun. DBD adalah penyakit demam akut yang disebabkan oleh virus Dengue. DBD disebarkan kepada manusia oleh nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Penyakit ini banyak ditemukan di daerah tropis seperti Asia Tenggara, India, Brazil, dan termasuk di seluruh pelosok Indonesia.
Tanda dan Gejala DBD
Masa inkubasi terjadi selama 3-15 hari sejak seseorang terjangkit virus Dengue. Selanjutnya penderita akan menampakkan berbagai tanda dan gejala seperti demam tinggi (38°-40°Celcius) yang mendadak selama 2-7 hari, munculnya bintik-bintik merah pada kulit akibat pecahnya pembuluh darah, tekanan darah menurun, epitaksis atau mimisan, menurunnya jumlah trombosit di bawah 100.000/mm3, dan timbulnya beberapa gejala klinik yang menyertai seperti mual, muntah, sakit perut, diare, kejang, dan sakit kepala.
Pengobatan
Bagian terpenting dari pengobatan DBD adalah terapi suportif. Sang pasien disarankan untuk menjaga penyerapan makanan, terutama dalam bentuk cairan. Jika hal ini tidak dapat dilakukan, penambahan dengan cairan intravena dibutuhkan untuk mencegah terjadinya dehidrasi.
Pencegahan
Pencegahan dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk di waktu pagi sampai sore hari, karena nyamuk Aedes tidak aktif di malam hari. Pencegahan efektif lainnya adalah melalui metode pengendalian vektornya (nyamuk Aedes) dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk, memberikan bubuk abate pada tempat-tempat penampungan air, dan pengasapan atau fogging dengan menggunakan bahan malathion dan fenthion.
Jenis Pemeriksaan
Pemeriksaan-pemeriksaan Laboratorium yang dapat dilakukan untuk mendeteksi DBD antar lain :
1. Pemeriksaan Darah Lengkap Otomatis
Gambaran darah pada penderita DHF yaitu, pada hari 3-7 mulai panas akan terjadi penurunan jumlah trombosit sampai < 100.000/mm3 , yang cenderung terus menurun disertai hemokonsentrasi dan kenaikan nilai hematokrit (≥ 20%)
2. Tes Serologi
a. IgM / IgG Anti Dengue
Untuk mengetahui infeksi primer/sekunder ditandai dengan munculnya antibody IgM / IgG anti Dengue.
b. NS-1
Untuk mengetahui adanya antigen NS-1 penderita dalam periode awal demam, tanpa perlu menunggu terbentuknya antibodi terbentuk (< 5 hari ).
c. Dengue DUO
Untuk deteksi Antigen NS1 dan Antibodi IgM-IgG Anti Dengue sekaligus (< 5 hari).
3. PCR
Pemeriksaan lanjutan untuk mengetahui serotipe Den1,2,3,4 dari virus dengue saat ini banyak dilakukan dengan metode molekuler yaitu nested RT-PCR (Reverse Transcriptase Polymerase Chain Reaction ).
4. Pemeriksaan Penunjang
a. SGOT dan SGPT, akan memberi informasi lebih dalam menunjang diagnosis DBD.
b. Faktor Koagulasi : PPT (Faktor Kuagulasi Ekstrinsik), APTT (Faktor Koagulasi intrinsik), Fibrinogen, D-Dimer.[SM]













