Kamis, September 09, 2010
logo cito website.png

KIMIA KLINIK

PEMERIKSAAN KIMIA KLINIK DENGAN PERALATAN MUTAKHIR DAN AKURAT

IMMUNOLOGY

PEMERIKSAAN IMMUNOLOGI DENGAN TEKNOLOGI TERKINI UNTUK MENJAMIN PRESISI DAN AKURASI

AUTOMATIC LABELING

PELABELAN IDENTITAS OTOMATIS DAN BARCODING UNTUK MENCEGAH SAMPEL TERTUKAR

KONSULTASI HASIL

KONSULTASI DENGAN DOKTER YANG KOMPETEN DI BIDANG LABORATORIUM

VERIFIKASI HASIL

VERIFIKASI HASIL OLEH DOKTER AHLI YANG BERDEDIKASI TINGGI

HEMATOLOGY

PEMERIKSAAN HEMATOLOGY DENGAN HEMATOLOGY AUTOANALYSER

CITO MEMBER CARD

CITO MEMBER CARD YANG MEMBERIKAN KEMUDAHAN DAN BANYAK MANFAAT BAGI PELANGGAN CITO

LAYANAN CITO MOBILE

 PELAYANAN PENGAMBILAN SAMPEL DI TEMPAT ( LAYANAN CITO MOBILE )

LABORATORY INFORMATION MANAGEMENT SYSTEM

LABORATORY INFORMATION MANAGEMENT SYSTEM, MENGINTEGRASIKAN SEMUA SISTEM INFORMASI MANAJEMEN ( SIM )...

CITO INDRAPRASTA COMING SOON

 LAB. KLINIK CITO INDRAPRASTA

  • KIMIA KLINIK

    Jumat, 09 April 2010 03:39
  • IMMUNOLOGY

    Jumat, 09 April 2010 03:44
  • AUTOMATIC LABELING

    Jumat, 09 April 2010 03:48
  • KONSULTASI HASIL

    Jumat, 09 April 2010 03:52
  • VERIFIKASI HASIL

    Jumat, 09 April 2010 03:55
  • HEMATOLOGY

    Jumat, 09 April 2010 04:00
  • CITO MEMBER CARD

    Jumat, 09 April 2010 04:07
  • LAYANAN CITO MOBILE

    Sabtu, 10 April 2010 02:33
  • LABORATORY INFORMATION MANAGEMENT SYSTEM

    Sabtu, 10 April 2010 03:52
  • CITO INDRAPRASTA COMING SOON

    Jumat, 07 May 2010 02:58
Text Size

Berita Terkini


9%20juli.jpg
Ditulis oleh Administrator
Kamis, 15 Juli 2010 06:28
4%20juli.jpg
Ditulis oleh Administrator
Kamis, 15 Juli 2010 05:04
2%20juli.jpg
Ditulis oleh Administrator
Kamis, 15 Juli 2010 04:47

Artikel


8%20juli.jpg
Ditulis oleh Administrator
Kamis, 15 Juli 2010 06:24
7%20juli.jpg
Ditulis oleh Administrator
Kamis, 15 Juli 2010 06:22
6%20juli.jpg
Ditulis oleh Administrator
Kamis, 15 Juli 2010 05:23

JAGA DAYA TAHAN TUBUH, WASPADAI TIPUS

Indonesia termasuk daerah tropis mengenal adanya dua musim, musim kemarau dan musim penghujan. Hal tersebut memungkinkan munculnya penyakit menular yang bersifat endemik seperti Penyakit Demam Tifoid. Penyakit ini mudah menyerang banyak orang sehingga dapat menimbulkan wabah.

Demam Tifoid atau yang lebih dikenal dengan Tipus adalah suatu penyakit infeksi  akut yang menyerang  usus  halus  yang  disebabkan oleh bakteri  Salmonella Typhi.  Penyakit ini bisa menyerang siapa  saja. Dari anak-anak, orang dewasa, hingga orang  tua, laki-laki  maupun  perempuan.  Terjadinya penyakit yang merupakan  penyakit menular ini tidaklah mengenal musim.   

Gejala-gejala Tipus

Penyakit Tipus memiliki masa inkubasi  selama 10-14 hari. Pada minggu pertama, gejala yang sering muncul antara lain nyeri kepala, demam, pusing, nyeri  otot, mual, muntah, dan obstipasi  atau diare. Pada minggu ke dua, gejala  klinis menjadi  lebih jelas, berupa  demam yang tinggi, lidah tifoid, hepatomegali  (pembesaran organ hati), splenomegali (pembesaran pada limpa), delirium (sindroma otak), atau psikosis (semacam halusinasi).

Cara Penularan

Cara penularan penyakit Tipus sering disebut dengan  3F, yaitu melalui Faeces (kotoran manusia), Fly (lalat), dan Food (makanan).

Cara Pencegahan

Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan hal-hal berikut:

1.        Olah raga teratur

2.       Makan dan minum yang higienis

3.       Menjaga kebersihan lingkungan dan memberantas lalat

4.       Pembuatan jamban yang memenuhi syarat kesehatan

5.       Istirahat yang cukup

Jenis Pemeriksaan Laboratorium 

Jenis-jenis pemeriksaan yang harus dilakukan untuk mendeteksi bahwa tubuh kita terserang penyakit tipus adalah sebagai berikut :

1. Pemeriksaan Darah lengkap Otomatis

Pada darah rutin dan apusan darah tepi dapat ditemukan anemia normositik normokrom, Jumlah lekosit bisa normal, lekopeni dan lekositosis. Pada hitung jenis lekosit bisa terdapat aneosinofilia dan limfositosis relatif, Trombositopeni dapat ditemukan.

 2.   Tes Serologi

Tes Widal paling banyak digunakan di klinik. Peranan tes Widal sebagai tes diagnsotik sampai sekarang masih kontroversial. Jaffery dkk (Pakistan, 2003) menunjukkan sensitivitas dan spesifisitas tes widal dibandingkan dengan kultur tidak terlalu tinggi yaitu 64,29 % dan 72 %.

3.  Tubex / IgM Anti Salmonella

Deteksi dengan TUBEX yang berisi antigen LPS 0-9 S.typhi yang sangat spesifik untuk deteksi Demam Typhoid.Suatu penelitian (Vietnam, 2004) menunjukkan Tubex TF memiliki sensitifitas 79 % dan spesifisitas 94 %. Penelitian lain menunjukkan tes Tubex TF memiliki sensitivitas 91,2 % dan spesifisitas 82,3 % .

 4.  Tes Kultur

Cara terbaik untuk mengetahui adanya infeksi S. typhi adalah dengan mengidentifikasi bakteri tersebut . Spesimen sumsum tulang, darah, tinja, urin. Kultur darah adalah baku emas untuk memastikan diagnosis DT di klinik, tetapi kurang sensitif.

 5.  PCR

Saat ini mulai dikembangkan diagnostik Typhoid dengan metode PCR.  [SM]

Login



STATISTIK PENGUNJUNG

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini30
mod_vvisit_counterKemarin87
mod_vvisit_counterMinggu ini495
mod_vvisit_counterMingu lalu1062
mod_vvisit_counterBulan ini1094
mod_vvisit_counterBulan lalu7503
mod_vvisit_counterSemua51372

Lowongan Kerja

No items in list